Kegiatan


Potensi Radikalisme di Palembang Menurun

Palembang,sinarsumsel – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme ( FKPT ) menyelenggarakan Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia ( Ngopi Coi ) dengan tema ‘ Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme melalui FKPT Sumsel Bidang Media Massa , Hukum dan Humas. Kamis, (17/09/2020) di Beston Hotel Palembang.

Ketua FKPT Sumsel Dr Periansa dalam sambutanya mengatakan bahwa sejak FKPT secara rutin mengadakan sosialisasi pencegahan terorisme dan melibatkan unsur masyarakat khususnya di kota Palembang cenderung menurun.

“Alhamdulillah kasus dan isu terorisme di kota Palembang menurun berdasarkan survei BNPT tahun 2018 dan nanti kami buat rilis resmi,” kata dosen Unsri ini.

Dalam ‘ngopi coi’ ini menghadirkan pembicara Mewakili BNPT Kol Laut Setyo Pranowo SH MM , Mantan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dan Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar SPd MSi.

Dalam talk show yang disiarkan Pro3 RRI Palembang dan dipandu oleh Reporter Rian Apridani muncul berbagai problema yang dapat mengancam keutuhan NKRI. Karena hingga kini terorisme masih eksis melakukan aksinya, apa lagi saat ini sangat mudah membuat media online.

” Sekarang ini jumlah portal online di Indonesia ada 47.000 dan yang terverifikasi Dewan Pers baru 2.500an. Kalau yang 2500an saya pastikan tidak melenceng, kalau melenceng pasti dipanggil dewan pers. Yang paling berbahaya media sosial , karena segala isu dan informasi sangat mudah disebarkan,” katanya prima berkacamata yang akrab dipangil Stanley oleh para wartawan.

Ditambahkan Stanley bahwa siaran langsung terhadap suatu peristiwa aksi terorisme dinilai tidak tepat karena sangat mengganggu dan menggagalkan pencegahan.

” Siaran langsung terhadap penangkapan teroris itu bisa menggagalkan, jadi sebaiknya siaran langsung dari jarak jauh dan jangan menjelaskan teknik dan strategies aparat kalau terorisnya nonton bisa gagal rencana aparat,” jelasnya.

Sementara Mewakili BNPT Kol Laut Setyo Pranowo SH MM mengatakan dalam masa pandemi ini justru anak-anak milenial lebih berlama-lama di internet.
Peran orang tua dan kita sangat dibutuhkan karena sesungguhnya dalam masa pandemi ini kita berperang melawan kerawanan.

“Dalam masa pandemi ini justru kita dalam suasana perang, perang melawan dahsyatnya media sosial. Kita tahu anak-anak dalam pandemi covid 19 belajarpun memakai internet. Jadi peran orang tua seperti kita ini sangat penting, agar anak – anak kita tidak terjerumus,” tegasnya.

Ditempat yang sama Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar SPd MSi mengungkapkan bahwa peran media sangat penting dalam upaya pencegahan terorisme oleh sebab itu media terutama wartawan dituntut memberitakan hal-hal yang berdasarkan fakta dan data.

” Media dalam hal ini wartawan sangat vital posisinya dan ikut berperan penting dalam upaya-upaya pencegahan terorisme. Untuk itu wartawan harus bekerja profesional dan berdasarkan fakta dan data dalam menginformasikan ke publik, tidak boleh provokatif,” ungkapnya.

Acara ngopi coi FKPT ini diikuti oleh para pimpinan instansi/lembaga aktivis , pers kampus, media massa dan para humas dan kepala dinas terkait. (Prapt)